Beranda > Android, Handphone > Z4ROOT & Screenshot – Journey With Nexiandroid 4

Z4ROOT & Screenshot – Journey With Nexiandroid 4

image

Eclair. Itulah ROM yang bercokol di Journey-ku sekarang. Official Eclair tepatnya. Dari segi grafis, langsung terlihat perbedaan Donut dengan Eclair, yang mana Eclair bisa menampilkan wallpaper bergerak atau Live Wallpaper, sementara Donut hanya bisa menampilkan wallpaper statis. Demikian pula, kesan pertama yang kudapatkan ketika membuka gallery, Eclair mampu menampilkan gallery yang jauh lebih hidup dan atraktif. Gambar di atas adalah contoh Live Wallpaper matrix.

Kemudian, bicara soal Android, sepertinya ada yang kurang kalo tidak menyebut tentang root, atau rooting. Sebelumnya, aku sudah mencoba root ketika masih di Donut, tapi nampaknya tidak berhasil ketika itu. Sekarang aku mencoba lagi, masih dengan aplikasi yang sama, aplikasi one click rooting, z4root. Dan kali ini berhasil. Mudah sekali cara menggunakannya. Z4root menawarkan 2 pilihan rooting, Permanent, atau Temporary. Apa bedanya? Temporary root akan hilang setelah kita restart hp kita. Permanen tidak (setidaknya itulah penjelasan di aplikasinya. Tapi dua duanya sama-sama bisa di-unroot kembali.

Kemudian, setelah kita mendapatkan akses root, apalagi? Baik. Di market ada banyak aplikasi yang hanya bisa kita gunakan ketika kita memiliki akses root. Salah satunya Bernacle Wifi Tether. Aplikasi ini bisa menjadikan hp kita sebagai Wifi point, orang lain bisa mengakses internet menggunakan wifi dari hp kita, hanya saja aku belum mencoba, device apa saja yang bisa memanfaatkan wifi ini. Namun Barnacle hanya bisa kugunakan ketika Journey dalam mode Permanent Root, ketika Journey-ku masih Temporary Root, dia tidak bisa berjalan karena dikatakan belum memperolah akses root. Hmm… Entah kenapa seperti itu.

image

Nah, inilah salah satu aplikasi yang kusukai, Screenshot. Bila di desktop kita sebut printscreen, maka aplikasi di Android yang bisa digunakan untuk itu adalah Screenshot (Ini salah satunya. Ada aplikasi lain juga). Kita bisa print screen dengan dua cara. Pertama, kita atur waktu delay, kemudian tekan Take ScreenShot, lalu segera masuk ke aplikasi/apapun yang kita ingin print screen-nya sebelum timer habis dan mengambil gambar secara otomatis. Kedua, cukup aktifkan ‘Shake the phone to take a screenshot’, masuk ke halaman/apapun yang kita ingin jepret, goyangkan hp, dan gambar akan diambil oleh Screenshot. Warning: Jangan lupa matikan mode kedua setelah penggunaan, karena jika kita lupa mematikan, bisa-bisa memori penuh karena tanpa sadar screenshot terus bekerja saat kita bawa hp kemana-mana.

Nah, aplikasi ini juga agak aneh menurutku. Ketika ku-unroot hp-ku, dia masih bisa dijalankan, masih bisa mengambil gambar. Padahal di awal dikatakan bahwa dia hanya bisa bekerja dengan akses root. Hmm… Masih banyak yang belum kuketahui tentang Android…

image

Posting ini diluncurkan dari WordPress for Android.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: