Arsip

Archive for the ‘Dokumentasi’ Category

Revolution Sense Rom versi 2.8 – For Nexus One

29 Desember 2011 9 komentar

UPDATE: Akhirnya ane balik lagi ke MIUI, karena MIUI menurutku ROM paling simple dengan tampilan yang bagus beserta fitur yang cukup banyak.

 

Warning: Tutorial ini dibikin yang paling utama untuk dokumentasi pribadi. Kalo ente pengen ngikuti, silakan, tapi dengan syarat, ente sudah ngerti dikit-dikit tentang ngoprek android. Kalo gak paham, jangan ikuti tutorial ini! Segala akibat yang timbul dari mengikuti tutorial ini murni tanggunganmu, bukan tanggungan penulis. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang terjadi di hpmu!!!

Setelah beberapa lama berkutat terus di MIUI, gonta-ganti theme segala macem, akhirnya ane mentok n bosen. Dan akhirnya iseng-iseng kemarin nyoba nge-flash rom sense. Dan berhasil! Sepertinya keberhasilan ini perlu didokumentasikan, biar gak lupa (soalnya di trit asli di xda-nya gak menyebutkan secara lengkap petunjuk nge-flashnya. Mudah-mudahan catetan ini bisa bermanfaat di waktu yang akan datang (halah) kalo-kalo aku udah ganti rom dan pengen ganti ke sense lagi sementara aku lupa caranya. Oke, langsung mulai saja! (Trit ROM ini di XDA)

  • Pertama. Biasa, backup. Kalo ane, backup aplikasi, wifi access point, dan bluetooth pairing pake titanium backup. Kemudian backup sms pake go sms pro. Ane gak backup contact, karena contact ane udah di gmail semua. kalo dibackup dan restore, bakal dobel-dobel nanti kontaknya.
  • Pastikan sdcard-mu sudah punya partisi ext3 atau ext4 1 GB (ane gak tau ini keharusan atau recommended. punya ane 1 GB)
  • Download alat-alat yang diperlukan:
  1. Revolution Sense ROM, download di mari (Multiupload) – sebenarnya ada 2 versi, NAND, dan SD. Ane pake yang NAND (ane gak tau maksudnya. kayaknya mantepan yang NAND. Untuk link yang versi SD, silakan langsung ke tritnya)
  2. Radio 5.12.00.08 (bagi yang radio-nya belum update) di mari (dropbox) atau di mari (Multiupload), atau kunjungi trit ini untuk link yang lain.
  3. Blackrose Custom HBOOT, download di mari (Multiupload).
  4. RA Recovery (ane gak tau pake Clockwork bisa/gak. ane kemarin pas pake clockwork gagal, tapi kayaknya penyebab utamanya karena ane waktu itu belum ganti HBOOT pake blackrose. coba aja kalo mau gan. he2), download di mari (androidspin.com)
  5. Script Format Signed, download di mari (Multiupload).
  6. Script Alignment, download di mari (Multiupload).
  • Kalo sudah siap semua, sekarang saatnya memulai flashing. Langkah pertama, ganti recovery dengan RA recovery (sekali lagi, kalo ente mau coba pake clockwork, silakan. biar kita jadi tahu bisa atau enggaknya.) via fastboot, yang gampang.

fastboot flash recovery recovery-RA-passion-v2.2.1.img

  • Ganti HBOOT dengan blackrose (credit to Iperzampem0).

– Ekstrak Blackrose-HBOOT.rar yang sudah didownload ke folder C:\
– Ente akan liat ada 2 folder:
->PERTAMA, buka folder “blackrose_111128“dan buka Blackrose.exe, ikuti petunjuk untuk meng-install blackrose ke hp.
-> KEMUDIAN, untuk install custom HBOOT, lakukan langkah sebagai berikut:
– Buka windows command prompt (cmd).
– Ketik: cd.. untuk berpindah ke folder Modified-HBOOT
– Setelah cmd sudah berada di folder Modified-HBOOT, pastikan Nexus One sedang berada dalam posisi bootloader (tulisan FASTBOOT berwarna merah)!
-> Klik BOOTLOADER dan Clear Storage!
-> Klik tulisan FASTBOOT berwarna biru untuk kembali ke mode Fastboot.
– Ketik: fastboot erase cache
– Ketik: fastboot flash hboot NAND_HBOOT.nb0
– Terakhir, ketik fastboot reboot-bootloader. Jika sudah terlihat tulisan v7.35.5117, selesai.

  • Masuk ke recovery mode. Wipe 5 kali.
  • Install zip dari sdcard: Format Signed, kemudian Alignment.
  • Akhirnya, flash revolution ROM.
  • SELESAI!

Booting pertama akan lama, terus-terusan di boot animation (boot animationnya ICS), lebih dari 10 menit kalo punya ane.

Kalo ada kritik, saran, tambahan, pengurangan, dan lainnya, tolong jangan segan ditulis di komen. Terima kasih atas apresiasi ente semuanya.

Setting adb di Linux Ubuntu

26 Maret 2011 5 komentar

Untuk membuat perintah adb (android debugging bridge) bekerja di Ubuntu, tidak perlu repot-repot download Android SDK yang memiliki ukuran cukup besar. Cukup file adb yang berukuran kurang dari setengah MB yang kita butuhkan. Demikian pula di posting sebelumnya, mengenai setting adb di Fedora, langkah-langkah tersebut terlalu menghabiskan waktu dan tenaga ketika yang kita butuhkan hanya adb semata.

File yang kita butuhkan hanya file “adb” yang berasal dari folder platform-tools dalam folder Android SDK. adb bisa diunduh di sini.

Pastikan file adb yang akan digunakan dapat dieksekusi (adb yang kusediakan di sini belum bisa dieksekusi). Untuk mengecek, klik kanan pada file adb, kemudian lihat Properti. Lihat pada tab Hak Akses, pastikan “Eksekusi berkas sebagai program” sudah tercentang. Jika adb belum bisa dieksekusi, maka pada saat kita memasukkan perintah adb pada terminal, akan muncul tulisan permission denied atau yang semacam itu.

Copy file adb tersebut di /bin/, dengan perintah di terminal seperti berikut:

sudo cp <lokasi di mana file adb berada> /bin/

Misal file adb berada di /home/user/Downloads/, maka perintahnya:

sudo cp /home/user/Downloads/adb /bin/

Sekali lagi pastikan adb sudah dalam keadaan bisa dieksekusi. Langkah berikutnya adalah membuat file yang diberi nama 51-android.rules dan ditaruh di /etc/udev/rules.d/. Cara membuatnya, buat file dengan nama tersebut di direktori mana saja, terserah. Kemudian kita edit dengan gedit atau text editor apapun, masukkan kode di bawah ini ke dalamnya:

SUBSYSTEM=="usb", ATTRS {idVendor}=="0489", MODE="0666"

Kemudian save. Lalu baru dipindahkan ke /etc/udev/rules.d/. Kemudian kita restart udev. Misalnya file 51-android.rules kita ada di /home/user/, maka perintah dalam terminalnya sebagai berikut:

sudo cp /home/user/51-android.rules /etc/udev/rules.d/
sudo /etc/init.d/udev restart

Selesai. Sekarang ketika kita membuka terminal dan mengetikkan adb devices ketika hp sedang dicolokkan ke komputer, maka hp akan terdeteksi.

Catatan

File 51-android.rules di atas berisi tulisan SUBSYSTEM==”usb”, ATTRS {idVendor}==”0489“, MODE=”0666”

Angka yang berwarna merah di atas adalah ID vendor hp kita, dan berlainan antara satu hp dan hp lainnya. Di sini aku menggunakan hp NEXIAN JOURNEY. Untuk hp yang lain, bisa diganti dengan angka yang sesuai. Cara mengetahui ID yang tepat adalah dengan mengetikkan lsusb di dalam terminal ketika hp dalam keadaan terhubung ke komputer. Maka akan muncul tulisan semacam ini:

Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 006 Device 003: ID 15d9:0a4c Trust International B.V. 
Bus 006 Device 002: ID 05e3:0606 Genesys Logic, Inc. USB 2.0 Hub / D-Link DUB-H4 USB 2.0 Hub
Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 002 Device 008: ID 0489:c001 Foxconn / Hon Hai 
Bus 002 Device 004: ID 12d1:1001 Huawei Technologies Co., Ltd. E620 USB Modem
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 001 Device 002: ID 04f2:b026 Chicony Electronics Co., Ltd 
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub

Nah, ID vendor pada masing-masing hp bisa disesuaikan dengan kode yang muncul pada baris di atas sesuai dengan vendor hp yang dimilikinya.

Setting adb di Linux Fedora 14 Laughlin

28 Februari 2011 10 komentar

Ini adalah dokumentasi hasil googling-ku untuk menjalankan adb di Fedora 14 (dengan perubahan). Aku menggunakan Fedora 14 Laughlin, namun, sepertinya tutorial ini berlaku juga untuk distro di luar Laughlin, sebagaimana sumber tutorial ini sendiri pun kudapat dari beberapa tutorial untuk beberapa distro.

Sampai di sini pendahuluannya.

Langkah-langkah yang kulakukan untuk akhirnya bisa menjalankan adb command dari terminal di Fedora-ku:

  • Install Android SDK dan seterusnya, sebagaimana kudapat tutorialnya dari sini: Fedora Project-Android sampai langkah nomor 2 pada sub judul AVD device.
  • Hubungkan hp Android (hp Android-ku adalah Nexian Journey) dengan komputer melalui kabel USB. USB Debugging dalam keadaan tercentang.
  • Jalankan terminal. Ketik lsusb
  • Terminal akan menampilkan baris-baris semacam ini

Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 008: ID 0489:c001 Foxconn / Hon Hai
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub

Catat kode ID handphone sebagaimana tercetak tebal dan merah di atas.

  • Buat file dengan nama 51-android.rules di /etc/udev/rules.d/ Kalau bingung cara buat file di sana, buat file 51-android.rules terserah di mana saja, setelah itu baru dipindah di /etc/udev/rules.d/
  • Isi file 51-android.rules tersebut dengan baris yang berisi teks berikut: SUBSYSTEM==”usb”,ATTRS{idVendor}==”0489“,SYMLINK+=”android_adb”,MODE=”0666″ di mana 0489 bisa diganti sesuai dengan ID handphone masing-masing.
  • Ketik tulisan ini di terminal: udevadm control –reload-rules untuk me-reload file rules.
  • Sekarang ketik di terminal cd /home/AndroidSDK/platform-tools/
  • Ketik su – untuk masuk sebagai root
  • Ketik ./adb kill-server
  • Ketik .adb start-server
  • Selesai, adb siap digunakan. Namun, agar penggunaan adb lebih mudah, tidak perlu cd ke folder AndroidSDK/platform-tools/, kita perlu copy file adb yang ada di folder tersebut, dan memasukkannya ke /usr/local/bin/. Misal cp /home/AndroidSDK/platform-tools/adb /usr/local/bin/
  • Selesai. Kita bisa menggunakan perintah adb langsung setelah kita membuka Terminal.

Dokumentasi ini disarikan dari berbagai sumber.

Forum Android Goole Support

Thread di XDA-Developers

Gootencool –> situs berbahasa Spanyol. Bantuan Google Translate.

 

Last updated: Rabu, 2 Maret 2011

%d blogger menyukai ini: