Archive

Archive for the ‘Handphone’ Category

Link2sd, Alternatif A2sd

17 Agustus 2011 9 komentar

image

image

image

Paling tidak ada 2 cara memasukkan aplikasi ke dalam sdcard pada hp android (selanjutnya kita sebut a2sd). Yang pertama adalah cara yang sudah built-in di dalam android versi froyo ke atas. Yang kedua adalah darktremor a2sd.

A2sd cara pertama adalah metode a2sd yang paling simpel, paling mudah digunakan, karena tidak membutuhkan pengetahuan berlebih untuk memasukkan script tertentu, atau membuat partisi dalam sdcard. Cara kedua adalah a2sd versi darktremor. A2sd dengan cara ini relatif membutuhkan effort lebih daripada cara pertama. Ada 3 hal yang harus dilakukan: 1) membagi sdcard menjadi 2 partisi, salah satunya EXT (ext3 pada umumnya – selanjutnya kita akan sebut partisi ini dengan ext); lalu 2) menginstall script darktremor; kemudian 3) memastikan dalvik-cache masuk ke ext, menggunakan terminal, atau aplikasi a2sdgui yang tersedia di market. Nah, langkah ketiga ini yang kadang menimbulkan masalah bagiku, di beberapa ROM (di nexian journey, dan MIUI di nexus one), hp tidak mau booting pada saat reboot setelah memindahkan dalvik-cache ke ext. Sampai saat ini aku belum tahu apa sebabnya dan bagaimana pemecahannya.

Nah, daripada susah-susah memasukkan script a2sd versi darktremor, dengan kemungkinan gagal seperti itu, aku menemukan cara yang lebih efektif untuk mengeksekusi a2sd. LINK2SD. Tinggal unduh di market, tidak perlu install script segala macam, aplikasinya yang akan bekerja untuk kita. Bedanya dengan darktremor, dan justru lebih fleksibel, adalah kita bisa memilih mana aplikasi yang mau ditaruh di ext, dan mana yang tetap di hp.

Sebelum install link2sd, pastikan sdcard sudah memiliki 2 partisi: 2 partisi FAT; atau 1 partisi FAT, 1 EXT. Aku memilih uang kedua. Untuk membuat ext, cukup menggunakan clockwork recovery mode. Jangan lupa backup seluruh isi sdcard sebelum mem-partisi sdcard.

Ketika sudah ada 2 partisi, install link2sd.

Saat pertama kali install link2sd, akan keluar pilihan untuk nge-link-kan aplikasi ke sdcard. Pilih partisi ext3 (karena clockwork recovery membentuk partisi dalam format ext3).

(Aku lupa butuh reboot dulu atau tidak) Setelah itu, melalui menu yang ada di aplikasi, tinggal create link untuk aplikasi-aplikasi yang mau kita taruh di ext.

Nah, jika kita menginginkan semua aplikasi berada di ext, berarti link2sd diinstall terlebih dahulu sebelum install aplikasi yang lain. Lalu masuk setting, dan centang Auto Link. Pastikan juga semua tercentang di Auto Link Settings. Aplikasi-aplikasi yang diinstall akan langsung masuk ke ext.

Yang perlu diperhatikan adalah, ketika selesai meng-install aplikasi, link2sd langsung bekerja untuk memindahkan aplikasi ke ext, sehingga akan ada 2 notifikasi, notifikasi aplikasi sudah terinstall dan notifikasi link2sd telah berhasil memindahkan aplikasi ke ext. Tapi ketika tidak ada notifikasi dari link2sd, berarti secara default aplikasi telah terinstall di sdcard DENGAN METODE BAWAAN ANDROID, yaitu a2sd metode pertama seperti keterangan di atas. Kalau yerjadi seperti itu, buka link2sd, klik aplikasi dimaksud, klik Manage, lalu klik Move to Phone. Ketika aplikasi sudah pindah ke phone, klik back, baru Create Link. Dengan cara itu aplikasi akan berpindah ke ext.

Z4ROOT & Screenshot – Journey With Nexiandroid 4

image

Eclair. Itulah ROM yang bercokol di Journey-ku sekarang. Official Eclair tepatnya. Dari segi grafis, langsung terlihat perbedaan Donut dengan Eclair, yang mana Eclair bisa menampilkan wallpaper bergerak atau Live Wallpaper, sementara Donut hanya bisa menampilkan wallpaper statis. Demikian pula, kesan pertama yang kudapatkan ketika membuka gallery, Eclair mampu menampilkan gallery yang jauh lebih hidup dan atraktif. Gambar di atas adalah contoh Live Wallpaper matrix.

Kemudian, bicara soal Android, sepertinya ada yang kurang kalo tidak menyebut tentang root, atau rooting. Sebelumnya, aku sudah mencoba root ketika masih di Donut, tapi nampaknya tidak berhasil ketika itu. Sekarang aku mencoba lagi, masih dengan aplikasi yang sama, aplikasi one click rooting, z4root. Dan kali ini berhasil. Mudah sekali cara menggunakannya. Z4root menawarkan 2 pilihan rooting, Permanent, atau Temporary. Apa bedanya? Temporary root akan hilang setelah kita restart hp kita. Permanen tidak (setidaknya itulah penjelasan di aplikasinya. Tapi dua duanya sama-sama bisa di-unroot kembali.

Baca selanjutnya…

Journey With Nexiandroid 3

1 Januari 2011 1 komentar

Official Eclair dari Nexian

Setelah membaca beberapa tutorial untuk nge-root, upgrade ROM, dan semacamnya, akhirnya pada hari Kamis, 29 Desember kemarin, aku memberanikan diri untuk mencoba upgrade ROM ke Eclair. Oya, sebelumnya, sebenarnya ROM adalah Random Access Memory, atau suatu tempat di mana pabrikan biasanya menaruh Operating System (OS, dalam hal ini Android) di dalamnya. Namun dewasa ini pengertian ROM cenderung berubah ke OS itu sendiri. Jadi upgrade ROM maksudnya adalah upgrade OS, atau upgrade Android.

Dari beberapa tutorial yang kubaca, inti yang kudapatkan dari cara upgrade ROM ini adalah:

  1. Meng-install aplikasi di komputer (dalam hal ini aku menggunakan Windows) yang bernama RUT. RUT adalah ROM Upgrade Tool, atau peralatan yang dibutuhkan untuk meng-upgrade ROM. Aplikasi ini sangat sederhana tampilannya –menurutku-, tidak ada tab menu, tidak ada help, yang ada hanya jendela berisi perintah Next, Back, Cancel, dan instruksi sederhana bagaimana cara mengoperasikan handphone-nya.
  2. Meng-install driver handphone Nexian ini. Dalam mode biasa, ketika handphone hidup dan dicolokkan ke USB, komputer akan langsung men-detect si Journey. Namun driver yang ini lain. Driver ini berfungsi untuk membaca handphone yang hidup dalam mode recovery (atau beberapa mode yang lainnya selain mode normal). Tanpa ini, RUT tidak bisa mendeteksi keberadaan Journey. Baca selanjutnya…

Journey With Nexiandroid 2

image

Ya… Beberapa hari berlalu setelah sempat berpisah dengan Nexiandroidku ini karena servis LCD yang kena dead pixel. Alhamdulillah,  sekarang sudah beres. 3 hari kerja selesai. Kamis minggu kemarin masuk, Selasa sudah bisa diambil (soalnya Jum’at libur). Sengaja, aku tetap mempertahankan Donut dan tidak upgrade ke Eclair, karena ingin coba upgrade sendiri.

Selama beberapa hari ini aku mencoba mencari cara-cara atau tutorial upgrade ke Eclair dari forum-forum yang kutemukan saat Googling, juga aplikasi-aplikasi yang berguna, atau paling tidak bagus menurutku. Hasil googling beberapa hari ini lumayan memperoleh hasil juga, meskipun bisa dibilang juga masih sedikit hal-hal baru yang kueksplor.

Baca selanjutnya…

Word Lens

25 Desember 2010 2 komentar

Kesulitan menerjemahkan papan bertuliskan bahasa Perancis ke bahasa Inggris, atau sebaliknya? Jika Anda pemilik iPhone 3GS, iPhone 4, atau iPod touch (generasi keempat), mungkin aplikasi yang satu ini tepat untuk Anda. Word Lens, aplikasi yang dirilis oleh Quest Visual, mampu secara langsung menerjemahkan English to Spanish dan Spanish to English. Secara langsung.

Screenshot Video Word Lens

Baca selanjutnya…

Dualcore Android LG Smartphone

Siapa bilang hanya komputer yang bisa dual core? Dari ujung Korea, Seoul, LG merilis smartphone yang memiliki processor dual core pertama di dunia -menurut klaim mereka. Menariknya, OS yang digunakan adalah Android. Froyo tepatnya, dan nantinya akan bisa diupgrade ke Gingerbread, versi teranyarnya.

Baca selanjutnya…

Journey With Nexiandroid

22 Desember 2010 2 komentar

Nexiandroid, aka Nexian Journey, handphone yang kubeli 14 Desember lalu, sejak memilikinya aku jadi ingin mengeksplorasi apa yang ada di dalamnya, Android. Aku coba cari artikel-artikel yang terkait dengannya, mencari aplikasi-aplikasi yang bagus di market, hingga mencoba untuk posting artikel dari sana. Nexiandroid, Gadget Penyita Perhatian adalah artikel yang kuposting dari hp. Hasilnya? Jelek karena aku belum terbiasa dengan layout dan fiturnya. Akhirnya kuedit lagi lewat komputer.

Aku sengaja membeli Nexian dalam keadaan OS Androidnya masih asli, 1.6, Donut. Beberapa teman yang lain beli dalam keadaan sudah diupgrade menjadi 2.1, eClair. Tujuanku adalah ingin mengoprek sendiri, ingin mencoba sendiri untuk meng-upgradenya. Namun setelah membaca beberapa artikel, ternyata cukup rumit caranya, dan berisiko pula. Tenang. Masih ada hari esok. Aku tidak terburu-buru untuk mengoprek. Lagipula aku juga masih belajar.

Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: