Arsip

Posts Tagged ‘open source’

Brem, Android, dan Open Source

Brem. Itulah ROM yang kupakai sekarang. ROM khusus untuk Nexian Journey dan semisalnya, buatan TJ Style. ROM tersebut sudah memiliki fitur-fitur tambahan dibandingkan stock ROM, seperti a2sd dan aplikasi Torch. Cukup untuk menggantikan ROM Froyo Apanda yang sebelumnya kupakai.

Bicara soal Brem, kenapa aku memilih untuk memakainya, beberapa di antaranya adalah manajemen baterai yang lumayan (menurutku), fitur a2sd, dan torch. Hanya saja,  satu pertanyaan yang aku belum mengerti jawabannya mengenai fitur a2sd. Beberapa hari lalu, aku mencoba untuk safely remove sdcard, kemudian mengeluarkan sdcard dari hp. Tapi yang terjadi kemudian, hp meredup lalu mati. Ketika hidup kembali, kondisinya sudah seperti di-factory reset, sehingga aplikasi-aplikasi yang sebelumnya sudah kuinstall hilang semua. Tapi itu tidak masalah, karena aku sudah mem-backup semua aplikasi dengan MyBackup Root, sebuah tool yang cukup berguna untuk backup aplikasi dalam sekali langkah dan mengembalikannya pula hanya dengan sekali langkah, berbeda dengan Titanium Backup yang harus klik berkali-kali untuk me-restore banyak aplikasi.

Namun, lebih dari itu semua, Brem berisi aplikasi-aplikasi yang benar-benar free, dia tidak menyertakan aplikasi yang seharusnya berbayar namun dimasukkan ke dalamnya. Kenapa ini penting buatku? Karena Android adalah software open source, software legal yang akan tetap legal meskipun kau oprek isinya hingga menjadi sebuah ROM baru yang sama sekali berbeda, SELAMA, kau tidak memasukkan aplikasi berbayar di dalamnya. Bicara Android adalah bicara open source, bicara soal ke-legal-an sebuah operating sytem.

Inilah yang kusayangkan dari beberapa pengembang ROM, dari beberapa pengembang aplikasi, dan dari orang-orang yang kurang mengerti apa itu open source. Aplikasi yang dibuat seseorang, dan itu diperuntukkan bagi orang-orang yang mau membayar, adalah bukan hak kita jika kita tidak mau membayarnya. Itulah semangat open source. Semangat untuk menggunakan software legal. Dan itulah yang kurang disadari oleh beberapa orang di muka bumi ini. Menyebarkan aplikasi-aplikasi gratis di situs-situs umum agar bisa diakses oleh banyak orang. Padahal pembuat aplikasi ingin agar aplikasi berbayar yang dibuatnya diunduh secara legal oleh pengguna Android, dibayar dengan harga yang sudah ditentukan.

Dan sayangnya, aku merasa banyak sekali teman-teman kita orang Indonesia, memiliki karakter “pembajak” seperti yang telah aku ungkapkan di atas.

 

Sebuah tulisan ringan di saat diri ini mencoba untuk menemukan apa yang hilang dari dirinya, mencoba menyeruak dari tumpukan kebingungan-kebingungan yang telah lama menjamur di sudut kepala.

Iklan

Nexiandroid, Gadget Penyita Perhatian

19 Desember 2010 3 komentar

Nexian Journey, smartphone keluaran Nexian ini cukup menyita perhatianku akhir-akhir ini hingga blog ini kosong dari tulisan 3 hari ini. Apa sebab? Selasa kemarin, ada salah seorang di kantorku yang membeli hp ini, lalu beliau mendemonstrasikan fitur-fiturnya (hanya sebagian saja) dikelilingi teman-teman kantor.

Aku tertarik. Aku tertarik melihat tampilan antamukanya yang atraktif dan touchscreennya yang sensitif.

Kemarin sedang ada promo. Nexian NX A890, nama resmi Journey, dihargai hanya Rp1.056.000,00. Harga yang sangat murah, mengingat harga awalnya yang 3 juta, atau harga resminya baru-baru ini yang 2 juta. Kalaupun aku berpikir harga itu masih terlalu mahal, bundlingnya dengan 3 mampu membuatnya lebih murah lagi. Bayangkan, dengan harga 1,056 juta, si Journey ini sudah dilengkapi dengan internet gratis dengan quota 2GB per bulan selama setahun (paket inernet 3 2GB sebulan harganya 50 ribu). Ini kalau dihitung secara sederhana, berarti harga Journey hanya 400 ribu! Wow, harga yang cukup fantastis mengingat beberapa bulan lalu orang-orang masih beli dengan harga 2 juta, bahkan lebih. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: